Laman

SELAMAT DATANG

Friday, 20 August 2010

Lagi dan Lagi

Seperti beringan itu, keangkuhan berdiri dan kita bersembunyi di antara gerai akar yang memamerkan keindahan sunyi
Kenapa kita mampir di sini padahal rembulan telah terbakar sore tadi
Daun-daun berjelaga karenanya dan angin semakin enggan menyapa
Lantas kepada siapa kita akan bercerita?

Kenapa kita mampir di sini
Tape goreng tak lagi menarik hati,
sementara musisi itu terus saja bernyanyi
lagunya tak pernah bisa kita mengerti
Lantas kapan kita akan saling berbagi?

Seperti gelaran tikar di trotoar
Kita duduk di atasnya membuka mata kenangan juga pembicaraan yang seringkali memabukkan
Tetapi keangkuhan tetap berdiri meski tak ada lagi yang sedia mempersaksi

No comments:

Post a Comment