Sedang detik mendesak menit mendorong jam menyibak hari menembus minggu ditelan bulan,
aah…..aku tak bisa mengejar waktu yang melesat
juga senyuman yang singgah
di tembok-tembok resah
Ku ingin menangkap bayang di antara kata-kata yang meluncur dari lidahmu
menjaga tahun dalam jiwamu
menikmati hari yang gugur dari minggu-minggu membeku.
Karena diamku
Kau tak pernah tahu
dalam dadaku ada nama
dan bukan lagi sebuah rahasia
No comments:
Post a Comment