apakah aku harus mengetuk agar kau bukakan pintu atau akan menunggu saja sampai kau sendiri membukanya untukku?
Ahh…paling tidak aku akan mengucapkan 'selamat malam' saja meski sesungguhnya lebih dari.
kita pun sesungguhnya tak pernah bisa mengerti mengapa kita bertemu saat ini
engkau melempar batu sebagai air aku pun berpendaran lalu menyatu di dalam keheningan meski kita pun sama sama tak tahu sampai kapan kita bisa hanya diam tak bersuara
Berhentilah kita menciptakan teka teki itu.
Tetapi benarkah engkau yang kemudian disini.
Membakar masa lalu dengan api masa depan.
No comments:
Post a Comment