
Piala dunia 2010 baru-baru ini dibuka. Perputaran drama komedional berganti dengan kehirukpikukan exotisme panggung bola. Apa yang terjadi memang susah untuk diprediksi, itulah serunya nonton bola. Ekspresi histeris, sedih, bangga, dan fantastik adalah ekspresi normal yang terblock up dari event ini. Sejenak merenungi, hakikat sebuah permainan bola. Bola sebuah bentuk yang sangat banyak dialam. Lihat saja dari bentuk pohon, pasti mengandung unsur bola dan bulat, lihat aja mata berawal dari suatu bola dan bulat, liat aja bentuk kaki berawal dari bentuk bola yang diperpanjang hingga berbentuk tabung, liat saja contoh yang ciptaanNya yang lain pasti berawal dari bola dan bulat. Begitu juga penciptaan manusia dari sel telur yang juga bentuknya bola. Nah, secara alamiah saja kita sudah sangat erat dengan bentuk bola. Mungkin itu sebabnya banyak manusia yang menyukai permainan dengan menggunakan bola. [ nyambung ga .. ? so pasti ]. Dan tidak ada yang membendung, setiap orang bisa menyukai permainan ini. Siapa bilang olahraga football ini adalah pemicu bias gender, ga ada cerita dalam sejarah manapun.
Pernahkan terpikir bola erat kaitannya dengan fisika. Ehm,.. pemain bola yang jitu pasti ahli fisika, tapi ahli fisika belum tentu pemain bola [ konjungsi matematis heheh.. iyo ora se???] Sebenarnya pemain sepak bola bisa diapresiasikan sebagai ahli fisika di lapangan hijau. Karena, setiap pemain bola sebisa mungkin harus mampu mengukur dengan tepat berapa besar gaya yang harus diberikan dan ke mana arah bola harus ditendang. Ujung-ujungnya kecepatan bola menjadi sangat kencang dan akurat. Seorang pemain bola yang handal ia pasti mengetahui perhitungan sudut elevasi pada saat pemasukan bola ke gawang. Pada saat bola ditendang, secara otomatis bola melakukan rotasi, dan dari rotasi tersebut akan menimbulkan pergeseran udara, dari pergeseran udara disekitarnya itu akan menimbulkan ruang yang tersentuh bola dan ruang yang tidak tersentuh bola. Udara yang tersentuh bola, mempunyai kecepatan lebih dari pada udara yang tidak tersentuh bola. Udara yang mengalami sentuhan bola akan menimbulkan tekanan, maka berlakulah hukum Bernouli semakin kecil tekanannya, kecepatannya akan semakin besar, akibatnya gaya melengkung kebawah akan lebih menukik ke gawang dengan sempurna. Ehm…ga rugi ne belajar fisika.
Masih ingat dengan Pelle yang terkenal dengan tendangan pisangnya, ataupun Beckham yang terkenal dengan tendengan melengkungnya yang akurat, atau bahkan Roberto Carlos yang tajir habis dengan tendangan cornernya [ mantan fansnya neeh .. ]. Ketika Beckham menendang bola secara keras dengan sisi sepatunya sehingga bola dapat berotasi cepat sekali, bola melambung dan mulai membelok akibat adanya efek magnus. Gesekan bola dengan udara akan memperlambat gerakan bola (kecepatan bola berkurang). Jika rotasi bola tidak banyak berubah, pengurangan kecepatan dapat menyebabkan efek magnus bertambah besar, akibatnya bola melengkung lebih tajam, masuk gawang, membuat penonton terpesona dan berdecak kagum.
Atau juga bagaimana Jan Koller menggunakan konsep momentum, tumbukan, dan momentum sudut yang tepat untuk menggerakkan kepalanya dan menyundul bola ke gawang musuh. Lihat juga Zidane dengan menggunakan keseimbangan yang sempurna melakukan tendangan voli yang indah dan memasukkan bola ke gawang lawan. Di arena Piala Dunia 2010 ini kita bisa menikmati lebih banyak lagi bagaimana asyiknya fisika diterapkan dalam sepak bola. Coba saja perhatikan bagaimana nanti kiper Italy memanfaatkan hukum pemantulan untuk menepis tendangan-tendangan maut dari para pemain lawan. Atau perhatikan bagaimana David Villa menggunakan konsep keseimbangan ketika menghentikan bola dengan tubuh atau kakinya
Bola bukan permainan biasa, cowok, cewek , anak kecil, orang tua , setengah dewasa pun ada yang menyukai permainan ini. Bukan hal mustahil world cup pun menjadikan ajang hiburan yang fantastis abiz. Media yang memblock up pun semakin banyak saja, mulai dari kuis, hingga interaktif dengan penggemar dengan berkunjung ke episentrum word cup . [ episentrum? Kayak pusat gempa aje …]. Semua merupakan dunia glamouristik bola. Dan permainan inipun adalah permainan yang mengeruk kantong para penggemarnya, dibela-belain ke negara episentrum pertandingan bola kalo sekarang ada di Afrika selatan. Abang Nelson Mandela berada.
Bukan hal yang mustahil fans bola akan melakukan segala cara untuk mencari julukan sejati football crazy. Persis inget pas SMA dulu, anak ABG melengkapi pernak perniknya dengan segala accecoris bola. Pokoknya semua accecorisnya harus club ini semua, atau artis bola ini semua. Begitu masuk kamar, yang ada adalah poster bintang pemain bola, beserta club-clubnya, tak hanya itu bagi crazier Bekcham akan meniru potongan rambut, gaya hidup, serta tingkah laku Bekcham tersebut. Namanya juga idola, apapun selalu idola yang jadi nomor satu. Euforia sesaat yang mendatangkan banyak peluang bisnis. Dalam memenuhi animo masyarakat yang meledak. Kaos, sepatu tokoh idola santer menyedot konsumen yang ngakunya football crazy. [ hayo… ngaku …]
Ehm,.. yach kalo nonton sekedar cari hiburan ga papa. Dari pada cari hiburan yang nggak-nggak. Jadi teringat jargon partai pemula yang lucu tapi energik, “ Yen mikir yo mikir, yen ora yo ora. Ojo mikir sing ora-ora “ . Jangan berpikir pas cari hiburan kita harus punya idola, dan lebih parah lagi idola tadi mempengaruhi gaya hidup kita. Alhasil gaya kehidupan yang berubah mirip dengan artis bola, menjadikan kita jauh dari aturan Islam. Lha wong mereka aja bukan orang Islam kok. Begitu juga kalo mengidolakan bintang artis musik, sinetron, atau yang lain. Intine ojo dadi fans fanatik. (hahaha…rodo kalem sitik ra po2 to??)
Gini-gini mantan football crazier, seri world cup dulu mpe sekarang ngefans ma Italy. Kalo seri Italia, ngefansnya ama milanisti, I rosseneri. Dengan stiker yang jozz karena minum ekstra jozz walau tidak jadi bintang iklan ektra joss karena kesambet sama Inzahgi. Siapa lagi kalo tidak Ricardo Kaka ma Pato ( walo sekarang Kaka telah hengkang ke Real Madrid dan Pato sering cidera).
Ayo dukung timnas Indonesia di Piala Dunia entah tahun berapa...hehee :)
No comments:
Post a Comment