Laman

SELAMAT DATANG

Wednesday, 25 November 2009

pergilah...lepasssss

Kemarin wanita yang ku cintai duduk dalam kamar yang kokoh dan sepi ini
Kemarin dia menyandarkan kepalanya yang penuh cinta di atas bantal-bantal berbunga yang lembut ini. Dari cangkir ini dia meminum seteguk air.
Semua itu terjadi kemarin. Kemarin adalah mimpi yang tak kan kembali. Hari ini wanita yang ku cintai telah pergi jauh menuju sebuah tanah seberang, jauh..
Bekas jari-jari tangannya masih Nampak pada kaca cerminku. Wangi nafasnya masih berbau dalam lipatan-lipatan bajuku. Suaranya masih menggema dalam sudut-sudut kamarku. Namun wanita itu sendiri(wanita yang aku cintai) telah menjelajahi tempat yang jauh. Bekas jari tangannya, wangi nafasnya, hantu-hantu jiwanya, akan tetap hidup dalam kamar ini sampai besok pagi. Lalu akan ku buka jendela kamarku untuk membiarkan aliran udara menyapu semua yang ditinggalkan wanita itu untukku.
Potret wanita yang aku cintai masih tergantung di samping tempat tidurku. Surat yang dia kirimkan masih ada dalam kotak rahasia. Semua ini akan tetap ditempatnya sampai pagi. Ketika pagi tiba, akan kubuka jendela kamar dan membiarkan udara membawa pergi kegelapan benda mati ke tempat dimana kesunyian yang bodoh berada.
Aku mengenalnya pada saat remaja. Aku melihat gambaran wajahnya di halaman buku-buku dan tulisan-tulisan. Kulihat kerangka tubuhnya diantara mega-mega langit dan mendengar melodi suaranya muncul bersama riak-riak aliran sungai.
Aku mengenalnya pada saat aku adalah laki-laki dewasa. Aku duduk bersamanya saling bertanya jawab. Aku dating padanya mengeluhkan siksaan hatiku dan menceritakan rahasia jiwaku.
Semua itu terjadi kemarin. Kemarin adalah mimpi yang tak kan kembali. Namun hari ini wanita itu pergi ke tempat yang jauh…


Nyanyian Burung Hantu

aku dan gelap adalah kekasih
letih bersama oleh gairah dan dipisahkan tawa

malam hari aku nyanyikan lagu-lagu rindu
ia mendekat dan aku mendekap
aku meramaikan dingin gelapnya dengan mulutku
kita bercumbu..sesekali ada jeda tuk ia lepaskan peluh
kuceritakan tentang cahaya yang mengganggunya
seberapa sering aku duduk di ranting kering pohon jambu
menjerat bulan agar ia tak takut lagi
tersenyum aku membelainya, ia bisu

saat fajar merangkak
membangunkan hari dan meratakan malam
bersama mencari ruang untuk kita melukis mimpi
tersenyum aku membelainya, meskipun ia tetap bisu

Tuesday, 24 November 2009

hujan di awal november

benang perak yang berjatuhan itu
tertangkap dan kau jadikan ia lukisan

hujan awal november
juga awal dari senyummu membuat rumah kebahagiaan
bukit-bukit yang tersenyum taman yang indah dengan bunga kamboja yang memeluk ranting-rantingnya
danau kau buat agar bulan tak malu lagi tuk berkaca
dan lihatlah pohon-pohon tanpa daun
pohon yang sering kau ceritakan padaku
untuk menusuk-nusuk bulan
behh... kini kau memilikinya

benang perak yang berjatuhan itu
tertangkap dan kau jadikan ia lukisan
tangisan langit kau lukis jd senyvm bumi
tak kau lupakah pelangi?
lengkungan kemenangan di akhir perjalanan

Friday, 20 November 2009

tanpa judul

kesunyian adalah malam
dan malam adalah hatiku..gelap pekat
dilangitnya beterbangan kata-kata
yang takkan mengalir dengan tarian pena diatas kertas
tak kan pernah meluncur dengan manis di lidahku

lalu bagaimana aku dapat membisikkan mereka?
ketika aku takut butiran-butiran udara yang mungkin mengotori mereka
ketika aku ngilu,runcing hujan kan menusuk mereka
dari nafas siapa semua akan keluar?
siapa yang dapat menyandingkan deru laut dan kicau burung hantu
siapa yang dapat menghubungkan sunyi malam dan tangisan matahari yang berkringat
siapa yang dapat?