Laman

SELAMAT DATANG

Sunday, 25 July 2010

Cara Alam Menghibur Kita

Pernahkah kita mengalami ketika hujan deras mengguyur, kita lupa
membawa payung. Lalu kita pun berbasah kuyup kedinginan. Namun,
ketika kita siapkan jas hujan, justru panas dan terik datang membakar
hari. Sebalkah anda?
Atau mungkin kita pernah terburu-buru mengejar waktu, tetapi perjalanan
malah tersendat, seolah membiarkan kita terlambat. Namun, ketika kita
ingin melaju dengan tenang, pengendara lain malah membunyikan
klakson agar kita mempercepat langkah. Sebalkah anda? Mengapa
keadaan seringkali tak bersahabat? Mereka seakan meledek, mengecoh,
bahkan tertawa terbahak-bahak. Inikah yang disebut dengan
"ketidakmujuran"?
Sadari saja. itu adalah cara alam menghibur kita. Itulah cara alam
mengajak kita tersenyum, menertawakan diri sendiri, dan bergurau secara
nyata. Kejengkelan itu muncul dari kerena kita tak mencoba bersahabat
dengan keadaan. Kita hanya mementingkan diri sendiri. Kita lupa bahwa
jika toh keinginan kita tidak tercapai, tak ada salahnya kita menyambutnya
dengan senyum, meski serasa kecut, tak apalah.

hayahMboh….

apakah aku harus mengetuk agar kau bukakan pintu atau akan menunggu saja sampai kau sendiri membukanya untukku?
Ahh…paling tidak aku akan mengucapkan 'selamat malam' saja meski sesungguhnya lebih dari.
kita pun sesungguhnya tak pernah bisa mengerti mengapa kita bertemu saat ini
engkau melempar batu sebagai air aku pun berpendaran lalu menyatu di dalam keheningan meski kita pun sama sama tak tahu sampai kapan kita bisa hanya diam tak bersuara
Berhentilah kita menciptakan teka teki itu.
Tetapi benarkah engkau yang kemudian disini.
Membakar masa lalu dengan api masa depan.